Cara Mencegah Gigi Berlubang

Gigi berlubang bisa dicegah dengan cara menjaga kebersihan mulut, dan memperkuat pertahanan gigi dengan flouride dan fissure sealant

1. Menjaga Kebersihan Mulut

Yang paling penting dalam mencegah gigi berlubang adalah dengan menghilangkan penyebab utamanya yaitu plak. Setelah dibersihkan, plak akan muncul kembali karena bakteri di dalam mulut tidak akan hilang secara sempurna. Oleh karena itu, rutinitas menyikat gigi dan flossing sangat diperlukan untuk mengendalikan pembentukan plak yang ada di dalam mulut.

Selain itu, menjaga kebersihan mulut juga bisa dilakukan dengan menggunakan obat kumur chlorhexidine yang bisa mengurangi jumlah bakteri di dalam mulut (perhatikan aturan penggunaan dan efek sampingnya), mengurangi frekuensi ngemil di antara jam makan, ataupun dengan mengunyah permen karet yang mengandung xylitol.

2. Flouride

Flouride bisa menguatkan gigi dengan cara memasuki struktur gigi dan mengganti mineral-mineral gigi yang hilang akibat pengaruh asam. Proses ini disebut dengan remineralisasi. Bahan ini bisa di dapatkan dari pasta gigi yang banyak beredar di pasaran.

Untuk mencegah gigi berlubang, menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung flouride harus dilakukan setiap hari.

Pencegahan gigi berlubang dengan menggunakan flouride juga bisa dilakukan dengan perawatan khusus di dokter gigi yang disebut dengan perawatan topical flouride, yaitu suatu perawatan berupa aplikasi flouride pada permukaan gigi yang berfungsi untuk memperkuat gigi. Awalnya gigi akan dibersihkan dari plak dan karang gigi dengan prosedur skeling. Lalu seluruh permukaan gigi akan di keringkan dan diaplikasikan dengan flouride (biasanya tersedia dalam bentuk gel atau foam) selama beberapa menit dengan menggunakan suatu wadah khusus yang sesuai dengan bentuk lengkung gigi. Terkadang ada juga dokter gigi yang mengaplikasikannya dengan mengoleskan cairan flouride langsung ke gigi. Setelah itu, dokter gigi akan membersihkan sisa-sisa flouride yang menempel dan Anda akan diminta untuk tidak makan, minum ataupun merokok selama 30 menit agar flouride menyerap ke dalam gigi.

Perawatan ini biasanya dianjurkan untuk beberapa kondisi yang bisa meningkatkan resiko pembentukan lubang gigi, di antaranya :

a. Penggunaan obat-obatan yang memiliki efek samping mulut kering

Obat-obatan ini bisa menurunkan produksi air ludah atau saliva. Saliva memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan mulut dengan cara menguragi kadar asam di dalam mulut, mengembalikan mineral-mineral gigi yang hilang akibat asam, dan membuat partikel-partikel makanan dan plak agar lebih mudah dibersihkan. Jika mulut kering, partikel makanan dan plak akan melekat lebih erat ke permukaan gigi.

b. Kondisi akar gigi yang terbuka

Gusi yang mengalami resesi atau penurunan akan menyebabkan akar gigi terbuka. Sayangnya permukaan akar tidak dilindungi lapisan email yang keras seperti yang terdapat pada mahkota gigi. Hal ini menyebabkan pembentukan lubang gigi akan lebih mudah terjadi pada permukaan akar.

c. Pemakaian kawat gigi

Pemakaian kawat gigi bisa membuat plak lebih mudah terperangkap dan menempel pada permukaan gigi, dan biasanya membersihkan plak pada gigi yang berkawat akan lebih sulit

d. Orang yang menjalankan terapi radiasi

Terapi radiasi, biasanya dilakukan untuk mengobati penyakit kanker, bisa menyebabkan produksi saliva menurun. Sama seperti penggunaan obat-obatan yang memiliki efek samping mulut kering, biasanya mulut orang yang menjalani terapi radiasi akan lebih kotor karena plak melekat lebih erat pada permukaan gigi.

e. Kurang terampil menyikat gigi

Ada orang-orang yang memiliki keterbatasan motorik dalam menyikat gigi. Orang-orang seperti ini biasanya rentan untuk mengalami karies gigi apabila tidak dibantu orang lain untuk memelihara kebersihan mulutnya. Dianjurkan bagi orang-orang seperti ini untuk melakukan perawatan flouride untuk menguatkan giginya agar tidak mudah berlubang. Selain itu, orang lanjut usia dan anak-anak yang agak sulit untuk menyikat gigi dengan bersih juga dianjurkan untuk melakukan perawatan ini.

3. Fissure Sealant

Permukaan kunyah gigi, khususnya gigi belakang tidak rata dan terdapat celah-celah kecil yang disebut dengan fissure. Plak dan partikel makanan sangat mudah menempel di dalam celah-celah ini. Jika celah-celah ini tidak terlalu dalam, plak akan mudah dibersihkan dengan penyikatan gigi. Namun bila celah ini cukup dalam, plak akan sulit dibersihkan dan tentunya akan mudah terbentuk lubang gigi. Untuk mencegahnya biasanya dokter gigi akan menganjurkan untuk melakukan perawatan fissure sealant yaitu perawatan untuk menutup celah-celah ini dengan satu bahan tambal


=====================================

>>> Super Green Plus SG, Obat Sakit Gigi 1-9 Menit Sembuh Tanpa Efek Samping 100% Alami, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Sakit Gigi Berlubang and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>